Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Tadaima…” Kata Yurika dan Shou bersamaan. Begitu mereka melewati ruane keluarga, Tante Kouru (alias Ibu-nya Shou) keluar dari dapur, “Okarinasai, Shou-kun, Yurika-chan,” Kata Tante Kouru, “Gimana sekolahnya?” Mendengar pertanyaan Tante Kouru yang termasuk zona sensitive bagi 2 remaja itu, Yurika dan Shou tergagap. Yurika langsung meluk tangan kanan Shou, “Oh, baik, Tante. Baik banget malah. Iya ‘kan, darling?”

Shou merinding mendengar kata-kata Yurika, “Ngeh??!! Darling????!!!” Tapi, gara-gara elihat ekspresi Yurika yang nyeremin, Shou ngikut aja, “I…Iya…” Dalam hati, dia meruntuk kesal, “Dasar medusa!” Tante Kouru tersenyum lebar, “Syukurlah kalau begitu,”

Setelah nyengir nggak jelas, Yurika memandang sekeliling. Sejak tadi, dia merasa ada sesuatu yang berbeda dari biasanya, “Tante, tumben dari ruang tamu sampai kemari, diberi hiasan macam-macam. Ada acara apa, nih?”

Tante berdecak misterius, “Ckckckckc…. Sapa bilang hanya sampai sini? Kamar kalian juga sudah hias dan rapikan, lho,” Ujar Tante seraya melirik Shou begitu menekankan kata “rapi”. Coz, kamar Shou, berantakan bangeeettzzz!!!

Yurika dan Shou melotot kaget, “DIHIAS???!!!!” Shou berusaha untuk kabur, khawatir kamarnya dihias bunga-bunga oleh Ibunya. Tapi, Yurika mencengkram tangannya semakin kuat, “Memang ada apa, Tante?” Tanya gadis itu dengan tersenyum manis. Tante yang juga senyam-senyum, lalu menjawab, “Ayah Shou akan pulang malam ini. Ayahnya Shou kan sudah hampir 2 tahun dinas ke Perancis, jadi pulnagnya, Tante ingin menyambutnya secara istimewa,”

Yurika terdiam sejenak, “Youji… oniji-san?” Desahnya pelan. Paman Youji-lah orang yang pertama Yurika kenal di keluarga Hirakawa. Sebelum Yurika dijodohkan dengan Shou, Yurika sudah menganggap Paman Youji sebagai Ayahnya sendiri.

“Yurika-chan?” Panggil Tante Kouru. Sontak Yurika tersadar dari lamunannya, “Eh…ah… ada apa, Tante?”

“Nanti bisa bantu Tante menata meja makan, ‘kan?”  Tanya Tante Kouru seraya tersenyum tipis. Yurika mengangguk, “Bisa kok, Tante,”

Senyuman Tante semakin lebar, “Arigato-nee, Yurika-chan. Oh ya, Tante mau ke taman dulu. Kalian santa-santai saja,” Segera Tante mengenakan sepatu bot dan berlalu.

Yurika dan Shou bernafas lega. Setelah agak tenang, Yurika berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai 2. Namun, tiba-tiba, Shou bertanya, “Kenapa aku ingin semua terlihat baik-baik saja di depan Oka-san?”

Yurika menghentikan langkahnya. Dia diam seribu bahasa. Shou melanjutkan pertanyaannya, “Kenapa kamu ga’ jujur kalo selama ini kita ga’ pernah akur?”

“Bukan urusanmu!” Sahut menyahut dengan setengah membentak. Shou kesal mendengar jawaban singkat Yurika, “Dasar munafik!” Celetuknya. Yurika membalikkan badannya, menghadap Shou. Wajahnya menunjukkan bahwa dia marah, namun tak ada tanda-tanda dia akan mendekati Shou dengan siksaan fisik seperti biasanya, “Emangnya kamu suci apa?!”

“Fans-ku masih lebih manis daripada kamu tau! NGGAK MUNAFIK!” Kebiasaan kalau emosi memuncak, Shou akan membanding-bandingkan fans-nya dengan Yurika. Maklum saja, Shou adalah actor yang lagi naik daun dan punya fans segudang dalam sekejap.

YA UDAH! SANA SAMA FANS MANISMU!!!” Yurika makin emosi. Dia berlari ke lantai dua. Tanpa bisa dia bendung, air matanya tumpah. Baru kali ini, dia menangis karena pertengkaran dengan Shou.

Shou langsung duduk, bersandar di belakang sofa. Dia menyesal keceplosan bilang hal sesintif itu ke Yurika. Walau sering bertengkar dengan Yurika, tapi dia nggak pernah menyinggung kata “munafik” itu. “Sialan!!” Makinya dalam hati.

 

* * *

 

 

 

 

 

“Bodoh!”

“Siapa yang bodoh?!”

“Ya, kamulah! BAKAAAA!!!

“Daripada kamu, NENEK CEREWET!!!

Pertengkaran antara Yurika dan Shou tidak bisa dielakkan lagi “Sudahlah, Yurika, Shou,” Lerai Natsumi. Namun mereka hanya menganggapnya angina lalu. Ryouji mendatangi Natsumi, “Begitulah mereka. Sekali adu mulut, susah berhenti,” Mendegar hal itu, Natsumi menghelas nafas panjang seraya berkata, “Mereka niat pacaran nggak, sih?” Yurika an Shou diam sesaat. Sedetik kemudian, mereka menjawab dengan pasti, “NGGAK!!!”

 

* * *

 

Pulang sekolah, Yurika dan Shou perang dingin. Mereka berjalan berjahuan satu sama lain. Shou sampai hamper kesrempet mobil gara-gara kejahuan. “Yurika, mau sampai kapan kamu ngambek?” Tanya Natsumi  Ryouji menanyakan hal yang sama dipada Shou di sisi jalan yang lain, “Kenapa nggak baikan saja sama Yurika?” Shou dan Yurika tetap diam. Boro-boro baikan. Saling liat aja ogah. “Padahal udah 3 bulan jadian. Kok masih belum akur-akur juga…” Ujar Natsumi dan Ryouji bersamaan. Walhasil, Yurika dan Shou mukanya merah padam. “Kami nggak jadian, kok!” Bantah Yurika. “Lagipula, bukan keinginan kami berhubungan. Kami NGGAK PACARAN!” Tegas Shou.

“Lho, emang tadi kita bilang pacaran, ya, Ryouji?” Tanya Natsumi seraya menatap Ryouji. Cowok itu menggeleng, “Nggak. Kan tadi bilangnya jadian,” Ujarnya, “Bisa aja ‘kan maksudnya…. CALON TUNANGAN misalnya,”

Yurika jatuh dan Shou kejedug traffic lamp, “KALIAN INIII!!!!” Natsumi dan Ryouji nyengir kuda. Para pejalan kaki di sekitar mereka diam karena kaget. Yurika dan Shou mingkem, menahan malu, “Ini gara-gara kamu, Shou!” Kata Yurika kesal. Shou yang dituduh, jelas nggak setuju, “Kamu sendiri juga!” Dalam waktu 2 detik, mereka balik bertengkar hebat. Ryouji dan Natsumi mendesah pelan, “Dasar pasangan heboh,”

 

* * *

Irasshaimase, Minna!

Konnichiwa, minna-san! Thanx banget karena kamu mau berkunjung di Nozomi Story Studio ini =) Ini blog khusus untuk memuat cerbung/cerpen Eri. Kenapa nggak jadi satu dengan Nozomi Home Studio? Yah….  karena…. ITU SANGAT MEREPOTKAN! Masalahnya, kalo pake page biasa untuk nulis cerita, malah jadi pegel sendiri. Kenapa? Karena, setiap posting terbaru, nggak ada yang diletakkan di atas sendiri. Selalu ke bawah. Bisa sih di edit. Tapi kan, kalo terus bgitu, pegel juga! Pake fasilitas blog, sayangnya ntuch fasilitas cuma bisa pake 1x doang. Dan udah Eri pake bwt blog ‘AT SCHOOL!’ Jadilah Eri bikin story di sini. Bagi yg dtg, jgn lupa commentnya, yah~ *nada sedikit maksa*.

 

Akhir kata Eri ucapkan, “JA NEE!!!” =3

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.